TRAINING MEMBANGUN KARIER FREELANCE SETELAH PENSIUN

Membangun Karier Freelance setelah Pensiun

TRAINING MEMBANGUN KARIER FREELANCE SETELAH PENSIUN

Deskripsi

Banyak individu yang memasuki masa pensiun masih memiliki kompetensi, pengalaman, dan jejaring profesional yang bernilai tinggi untuk dunia kerja. Organisasi seperti International Labour Organization (ILO) dan World Bank menyoroti bahwa partisipasi tenaga kerja usia lanjut melalui pekerjaan fleksibel, termasuk freelance, dapat meningkatkan kesejahteraan finansial, kesehatan mental, dan produktivitas sosial. Model kerja freelance memungkinkan pensiunan tetap aktif secara profesional tanpa terikat jam kerja tetap, sehingga menjadi alternatif karier yang relevan dan berkelanjutan.

Mengapa pelatihan ini penting untuk diikuti?

Karena transisi dari pekerjaan tetap menuju karier freelance memerlukan perubahan pola pikir, keterampilan pemasaran diri, serta pemahaman model kerja mandiri. Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta dapat memanfaatkan pengalaman yang dimiliki secara optimal, membangun sumber penghasilan baru, dan menjaga rasa percaya diri serta kemandirian setelah memasuki masa pensiun.

Pelatihan Membangun Karier Freelance setelah Pensiun adalah program pengembangan diri yang dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan, strategi, dan keterampilan dasar dalam membangun karier freelance secara mandiri. Pelatihan ini berfokus pada pemanfaatan pengalaman kerja, pengelolaan waktu, serta pengembangan layanan profesional agar peserta tetap aktif dan produktif setelah pensiun.

Kursus yang membahas mengenai membangun karier freelance setelah pensiun ini diperlukan waktu tersendiri dan bimbingan yang profesional.

Tujuan

  • Membantu transisi karier setelah pensiun
  • Mengidentifikasi potensi dan keahlian profesional
  • Membangun kesiapan kerja freelance
  • Meningkatkan kemandirian finansial
  • Mendorong produktivitas pasca pensiun

Dengan mengikuti pelatihan membangun karier freelance ini, diharapkan peserta dapat lebih mendalami mengenai personal branding  dan transisi karier.

Materi

  1. Konsep dasar karier freelance
  2. Transisi karier setelah pensiun
  3. Identifikasi keahlian dan pengalaman
  4. Penentuan layanan jasa profesional
  5. Personal branding untuk freelancer
  6. Dasar pemasaran jasa
  7. Pengelolaan waktu kerja fleksibel
  8. Penetapan harga jasa
  9. Manajemen klien dan komunikasi
  10. Etika kerja freelance profesional

Membangun Karier Freelance setelah Pensiun

Peserta

Training pengembangan karier freelance ini  cocok untuk diikuti peserta dari kalangan :

  • Pensiunan Profesional
  • Konsultan Independen
  • Freelancer
  • Mentor Bisnis
  • Pelatih Profesional

Metode

Pelatihan ini disampaikan melalui metode yang interaktif dan aplikatif, menggabungkan pemaparan materi oleh instruktur berpengalaman, diskusi kelompok untuk mendalami konsep, serta simulasi dan studi kasus yang memungkinkan peserta memahami penerapan langsung dalam dunia kerja. Dengan pendekatan ini, peserta tidak hanya memperoleh wawasan teoretis tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan industri.

Instruktur 

Training membangun karier freelance profesional ini akan dipandu oleh instruktur berpengalaman yang memiliki keahlian di bidang manajemen SDM. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, baik akademisi maupun praktisi, sehingga peserta dapat memperoleh wawasan yang lebih luas dan mendalam.

Jadwal Pelatihan Info Training Jakarta Tahun 2026

  • Batch 1 : 7 – 8 Januari 2026
  • Batch 2 : 11 – 12 Februari 2026
  • Batch 3 : 4 – 5 Maret 2026
  • Batch 4 : 8 – 9 April 2026
  • Batch 5 : 6 – 7 Mei 2026
  • Batch 6 : 10 – 11 Juni 2026
  • Batch 7 : 8 – 9 Juli 2026
  • Batch 8 : 5 – 6 Agustus 2026
  • Batch 9 : 9 – 10 September 2026
  • Batch 10 : 14 – 15 Oktober 2026
  • Batch 11 : 4 – 5 November 2026
  • Batch 12 : 2 – 3 Desember 2026

Catatan : jadwal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta pelatihan.

Temukan potensimu yang belum tergali. Daftar sekarang!

Investasi dan Lokasi Training :

Beberapa kota dan lokasi hotel yang pernah menjadi tempat pelatihan, antara lain:

  • Jakarta ( 6.500.000 IDR / participant)
  • Bandung ( 6.000.000 IDR / participant)
  • Surabaya ( 7.500.000 IDR / participant)
  • Makassar ( 7.500.000 IDR / participant)
  • Yogyakarta (6.000.000 IDR / participant)
  • Bali ( 7.500.000 IDR / participant)
  • Lombok ( 7.500.000 IDR / participant)
  • Batam ( 7.500.000 IDR / participant)

Catatan:

*Syarat dan Ketentuan Berlaku
*Harga tersebut berlaku untuk minimal DUA participant
*Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

Fasilitas Training :

  • Module / Handout Training Membangun Karier Freelance setelah Pensiun
  • Flashdisk
  • Sertifikat Training Membangun Karier Freelance setelah Pensiun
  • FREE Bag or bagpack
  • Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
  • 2x Coffee Break & 1 Lunch, Dinner
  • FREE Souvenir
  • Training room full AC and Multimedia
  • City Tour (optional)

FAQ tentang Infotraining Jakarta

Q : Apakah ada jumlah minimal peserta pelatihan?
A :  Tidak ada, jumlah peserta pelatihan bisa disesuaikan dengan kebutuhan klien.

Q : Apakah jadwal pelatihan bisa fleksibel mengikuti kebutuhan klien?
A : Ya, jadwal pelatihan dapat diatur dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atau peserta.

Q : Apakah Infotraining Jakarta bisa menyelenggarakan In House Training (IHT) di perusahaan klien?
A : Bisa, Infotraining Jakarta menyediakan program IHT yang dilaksanakan langsung di perusahaan sesuai kebutuhan.

* Artikel diatas ditulis oleh Ummi Hasanah, saya seorang content writer dan copywriter serta spesialisasi pada SEO untuk penulisan silabus pelatihan/training. Saya telah berkontribusi menulis artikel pada website Info Training Jakarta sejak awal tahun 2025, dengan menulis konten yang informatif membantu para profesional serta perusahaan menemukan solusi pelatihan yang tepat dengan menghadirkan artikel yang mudah ditemukan.

About Content Writer Ummi Hasanah

View all posts by Content Writer Ummi Hasanah →